Reaksi Kimia Dalam Kehidupan Sehari-Hari
Kali ini saya akan membagikan informasi tentang produk atau kegiatan dalam kehidupan sehari-hari yang mengandung reaksi kimia.
Kimia adalah cabang ilmu fisik yang mempelajari tentang susunan, struktur, sifat, dan perubahan materi. Kimia kadang-kadang disebut sebagai ilmu pengetahuan pusat karena menjebatani ilmu-ilmu pengetahuan alam, termasuk fisika.
Assalamualaikum Wr. Wb
- Pembakaran
Dalam kehidupan sehari-hari hal yang paling dominan dilakukan oleh manusia adalah pembakaran dalam reaksi kimia pembakaran termasuk bagian dari kehidupan sehari-hari, kegiatan ini bermaksud untuk mengurangi sampah di lingkungan sekitar, dari sisi lain pembakaran ini juga menimbulkan keresahan bagi warga sekitar lingkungan yaitu akibat dari pembakaran tersebut seperti polusi udara, dan abu dari pembakaran tersebut.
Dari dampak positifnya sampah atau barang yang dibakar akan semakin berkurang. Reaksi pembakaran sempurna terjadi ketika bahan bakar bereaksi secara cepat dengan oksigen (O2) dan menghasilkan karbon dioksida (CO2) dan air (H2O).
Persamaan umum untuk reaksi pembakaran sempurna adalah: Bahan Bakar + O2 → CO2 + H2O. Bahan bakar merupakan contoh sumber energi. Energi diperoleh dari bahan bakar melalui proses pembakaran.
Lihatlah dengan bahan bakar apakah ibumu memasak? Kayu,minyak tanah,atau gas LPG? Mobil dapat berjalan, juga memerlukan bahan bakar. Bahkan mesin-mesin dalam industri begerak karena adanya energi dari bahan bakar. Bahan bakar merupakan zat yang dapat terbakar dengan oksigen menghasilkan kalor.
- Proses Pencernaan
Setiap manusia pasti mengalami yang namanya proses pencernaan. Setiap kita makan nanti akan dicerna didalam badan supaya menjadi sisa makanan yang halus.
Makhluk hidup pasti membutuhkan makan, tidak terkecuali manusia. Makanan begitu diperlukan oleh manusia karena dari situlah energi, nutrisi, gizi, dan komponen penyusun tubuh berasal. Namun makanan yang masuk ke dalam tubuh tidak bisa langsung diserap oleh tubuh dan langsung berubah menjadi energi.
Agar makanan bisa diserap oleh tubuh dibutuhkan sistem pencernaan yang membantu merubah makromolekul pada makanan menjadi mikormolekul yang mudah diserap oleh tubuh. Sistem pencernaan sangatlah kompleks karena di dalamnya terdapat organ-organ pencernaan dan enzim pencernaan yang beraneka ragam.
Pada sistem pencernaan manusia, terdapat menjadi dua macam proses pencernaan, yaitu secara mekanik dan kimia (enzimatis). Pada saat kita memakan roti, nasi, pisang, atau keripik misalnya, makanan tersebut kita kunyah berarti proses pencernaan mekanik (fisik) sedang berlangsung.
Jadi proses pencernaan mekanik adalah proses perubahan makanan dari bentuk besar atau kasar menjadi lebih kecil atau halus. Pada manusia maupun mamalia pada umumnya, proses pencernaan mekanik terjadi dengan menggunakan organ gigi.
Pada saat kita mengunyah makanan, kelenjar ludah menyekresikan air liur yang mengandung enzim pencernaan yang akan bereaksi dengan makanan tersebut. Berarti, proses pencernaan kimiawi pun sedang terjadi.
Proses pencernaan makanan pada manusia tidak dapat dipisahkan dari enzim. Enzim adalah sejenis protein yang mempercepat laju reaksi kimia dalam tubuh. Enzim-enzim pada sistem pencernaan dihasilkan oleh kelenjar pencernaan.
Agar makanan yang kita makan dapat diserap di dalam usus halus, maka makanan itu harus diubah menjadi bentuk yang lebih sederhana melalui proses pencernaan. Zat makanan yang mengalami proses pencernaan di dalam tubuh adalah karbohidrat, lemak, dan protein. Sedangkan unsur-unsur mineral dan air tidak mengalami proses pencernaan.
- Sabun dan Deterjen

Dalam kehidupan sehari-hari reaksi kimia kedua bahan ini sangat penting bagi kehidupan. Yang pertama adalah sabun, sabun digunakan untuk membersihkan badan ketika mandi, yang kedua adalah deterjen digunakan untuk mencuci pakaian gunanya untuk membersihkan noda yang terdapat pada pakaian.
Sabun memiliki kelarutan yang tinggi di udara, tetapi sabun tidak larut menjadi partikel yang lebih kecil, larut dalam bentuk ion. Sabun pada umumnya dikenal dalam dua wujud, sabun cair dan sabun padat. Perbedaan utama dari kedua wujud sabun ini adalah alkali yang digunakan dalam reaksi pembuatan sabun. Sabun padat menggunakan natrium hidroksida / soda kaustik (NaOH), sedangkan sabun cair menggunakan kalium hidroksida (KOH) sebagai alkali.
Jenis minyak yang digunakan juga mempengaruhi wujud sabun yang dihasilkan. Dalam sabun terdapat zat aktif yang disebut surfaktan. Zat aktif ini merupakan zat aktif permukaan yang memiliki ujung berbeda yaitu hidrofil (suka udara) dan hidrofob (suka lemak). Bahan aktif ini berfungsi mengurangi permukaan air sehingga bisa melepaskan kotoran yang menempel pada permukaan bahan.
Kadar udara merupakan bahan yang menguap pada suhu dan waktu tertentu. Maksimal kadar air pada sabun adalah 15%, jadi ini agar sabun yang dihasilkan cukup keras sehingga lebih efisien dalam penggunaan dan sabun tidak mudah larut dalam udara. Kadar udara akan mempengaruhi kesulitan dari sabun.
Manfaat dari sabun, Pembasmi serangga, Pembersih bahan kulit, Pembersih lantai kayu
Hanya ini yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat bagi semua
Wassalamualaikum WR. WB

Tidak ada komentar:
Posting Komentar